MAR’ATUSH
SHOLIHAH
ADAT PEMILIK OBAT
Sumberejo, daerah yang masih
terlumur oleh adat tradisioanalnya menyimpan setitik tempat pengobatan dengan
jalan islam, beberapa terapi yang dilakukan beberapa kali, mewariskan
kesembuhan yang berkala.
Hari itu terasa amat semangat
membakar jiwa iklimah untuk menjemout setitik pengoabatan penuntun jalan
kesembuhanya. Mobil dipanaskan dari pukul lima dini hari, iklimah pun bersiap
menghias dirinya dengan pakaian tertutup rapih dengan hijab merah muad yang
membuat wajahnya semakin bercahaya. Kantung mata yang hitam bibir yang
terliahat puct dan raganya yang lemah lesu, sirna seketika dengan sebuah
senyuman manis dibibir iklimah.
Paginya telah disediakan reyhan
aditia untuk menuntun keberangkatanya. Bibirnya mengucap salam didepan daun
pintu rumah iklimah. Seketika iklimah menyapa dengan senyum simpul diwajahnya.
Umi dan abi pun ikut menyapa dari belakang, dengan cepat rey meraih tangan umi
dan abi, ia kecup layaknya orang tua sendiri,
“apakah kau akan ikut dengan kami
!” Tanya abi pada rey yang baru saja mencium tanganya.
“tidak bi, aku hanya bisa
mendoakan iklimah sembuh dengan ini.” Ucap rey yang yerlihat akrab dengan abi
layaknya ayah sendiri.
“yasudah, kami berangkat!” ujar
abi sambil melangkah maju mendekati mobil dan menaikinya. Iklimah tak beranjak,
dirinya masih terdiam didekat rey.
“jaga dirimu baik-baik, aku
yakin kau akan sembuh.” Rey meyakini
iklimah untuk sebuah kesembuhan yang kan dijalaninya .
“insyaallah .”jawab singkat
iklimah .
Langkahnya diiring rey hingga
dirinya menaikki mobil yang bertujuan ke sumberejo .
Hati iklimah selalu menggerutu
ketika dirinya telah bertemu dengan rey ,ia merasa heran dan bingung dengan
dirinya ,dengan apa yang terjadi .
“ya rabb , mengapa hati ini amat
sulit menerimanya ,mengapa hati ini selalu menolak akan dirinya menjadi
kekasihku ,apa yang ada diantara kami .”ucapnya iklimah sendiri dengan
duduk menyender di dalam mobil dirinya
berbisik sendiri .
Pikirannya saat itu langsung
tertuju pada reyhan aditia yang hanya memiliki seorang ibu . ia ditinggal
ayahnya ketika berumur lima tahun . rey adalah anak tunggal ,ia tak pernah
mengetahui wajah ayahnya karena setiap ia meminta ibunya untuk menceritakan
sosok ayahnya , air mata ibunya selslu menetes dengan derasnya .
Ia tak kuasa melihat ibunya yang
seperti itu . rey merasa nyaman hidup dengan keluarga iklimah ,dirinya merasa
mereka adalah keluarga besarnya .
“iklimah ,limah….!”panggil umi
dari depan mobil .
“iya mi..”iklimah menjawab dengan
kagetnya .ia kabur dalam lamunannya tentang rey .
“apa yang kau pikirkan ?..tanya
lagi umi yang hanya terdengar suaranya .
“tidak umi ,apakah perjalanannya
masih jauh ,umi !”Tanya iklimahdengan nada lembutnya .
“dua jam lagi mungkin .”jawab abi
dengan singkat pada iklimah .
Perjalanan yang jauh membuat
iklimah lelah dan tertidur pulas di dalam mobil .abi terus memutarbalikkan
setirnya hingga ke sumberejo .
Dua jam perjalanan di tempuhnya
,dua jam pula iklimah tertidur dengan pulasnya . mobil terhenti mata iklimahpun
terbuka dengan sendirinya terlihat dari sudut kaca mobil sebuah rumah adat
dengan halamannya yang masih tumbuh pohon-pohon besar yang membuat
sekelilingnya asri dan bersih , hijaunya dedaunan membuat semua mata terbuka
ketika melihat keindahannya .
Perlahan pintu mobl dibuka dan
mulai menginjakkan kaki di atas tanah yang subur ,tak terlihat satu orangpun
disana .
“ayo !” abi mengajak dengan
menuntun iklimah bersama umi untuk masuk ke dalam rumah adat itu .
“apakkah benar ini tempatnya abi
?”Tanya umi dengan merasa heran melihat tempat pengobatan yang begitu sepi
seperti tak ada satu kehidupanpun .
“aku yakin.”jawab abi dengan amat
yakin .langkah kakinya berjalan menuju depan pintu ,tiba-tiba terdengar suara
keramaian ,entah darimana suara keramaian itu berasal .
Iklimah, umi , dan abi merasa
bingung dengan apa yang sedang mereka hadapi .
“sugeng rawuh ….”ucap dua orang
berpakaian adat jawa dengan blangkon berlukis batik di kepala .membuka pintu member sambutan .
“luar biasa , luasnya isi rumah
adat itu ,abi,umi.,dan iklimah menatap setiap sudut yang dilihatnya .
Pintu yang berderet di samping kanan
layaknya kamar-kamar di rumah sakit .sungguh mengejutkan ,terlihat beberapa
kali orangyang keluar masuk dari pintu-pintu itu .
“monggo pak.”ucap pelayan
mempersilahkan iklimah untuk masuk ruangan pengobatan di sebelah kiri .iklimah
tersenyum dengan diantarkan umi dan abi masuk kedalamnya . terlihat seorang
laki-laki tinggi berpakaian putih koko ,celana hitam panjang dan peci hitam
layaknya seorang ustadz .
“assalamu’alaikum ?” ucap salam
abi .
“wa’alaikumussalam .silahkan duduk
pak,..”jawab laki-laki itu ,ketiganya duduk di kursi tamu . di dalam ruangan
itu, laki-laki itu memperkenalkan dirinya.
“saya mizan.biasa dipanggil room
disini ,maklum memang sudah adatnya . hanya orang-orang yang meyakini saja yang
bisa datang kesini ,apa keluhanmu nak ?” ujar room itu dengan bicara yang tegas
dan sopan .
“anak saya mengidap asma sudah 19
tahun .”jawab abi berbicara terhadapnya .
“ulurkan tanganmu..”ucap romo
dengan menarik tangan iklimah dan menyentuhnya beberapa kali .dengan lihainya
tangan romo itu memijat daerah-daerah tertentu pada tangan iklimah .
“yo, ambilkan satu paket obat
untuk pengidap asma .”panggil romo pada seorang laki-laki yang bernama aryo .
Laki-laki itu kembali dengan
membawa kotak hitam dengan berisi 4 buah botol yang berisikan cairan berbeda
warna.
“minumlah obat ini satu kali
dalam sehari dua sendok makan ,ini obat tradisional buatan santri yang
mengelola tempat ini termasuk saya .mereka mencoba menggali suatu hal yang baru
untuk diperpadukan dengan istiadat disini, maka jangan merasa aneh dengan
keberadaan kami disini ,keyakinanmu amat tinggi untuk kau bisa sembuh. Semoga
lekas sembuh!”ujar romo dengan pesan dan nasehatnya kepada iklimah .
“terimakasih pak .”jawab iklimah
dengan senyum di wajahnya .
Setelah tujuannya telah tercapai
,iklimah bersama keluarga segera kembali ke Jakarta . mereka melakukan
perjalanan malam tanpa beristirahat
sejenak .
Dengan tenang iklimah menaikki
mobil dengan membawa bekal obat untuk kesembuhan asmanya ,tak terhitung satu
jam ia berada di rumah adat sumberejo itu .
setelah obat sudah di tangan maka
langkah kakipun bergegas mendekati mobil
dan kembali menelusuri jejak yang telah di lewati. Berat amat terasa ketika
tangan hendak menarik daun pintu rumah adat itu dan hendak menutupnya
meninggalkan tradisi asal sumberejo yang baru saja terlintas dalam pikiranya.
satu langkah ia menjauh dari
pintu, iklimah membalikan badan untuk menatap rumah adat itu. Tatapanya terus
ia buka seoalah mencoba untuk menyimpanya dalam memory hidupnya.
“santri dan adat.’ Bisiknya
iklimah dengan mengakhiri tatapanya, badanya berbalik dan….
“affan ukhti…” ucap laki-laki
putih betubuh tinggi dengan wajah layak orang arab berkata pada iklimah yang
tak senggaja menabraknya.
“ never mind… “ jawab iklimah dengan keahlian
bahadsa inggrisnya.
“what’s your name ?” Tanya
laki-laki itu.
“iklimah.”singkatnya ia mejawab dengan mata
yang terus melirik mencari umi dan abi yang sudah tak berada di depannya .
Laki-laki itu terus menatap
iklimah yang terlihat kebingungan . iklimahpun berjalan maju tanpa pamit pada
laki-laki itu .
“hey…!ismi ali .”teriak laki-laki
itu hingga langkah iklimah terhenti sejenak dan kembali berjalan mencari umiumi
dan abinya yang menunggu di dalam mobil .
Baru saja tersadar ketika iklimah
menjatuhkan tubuhnya di atas jok mobilnya, bahwa laki-laki itu ingin
memperkenalkan dirinya .seingat iklimah ,ali namanya .
“ali , sepertinya dia santri
.!”ucap iklimah disamping lamunannya yang terbayang sosok sli yang baru saja ia
temui di depan rumah adat dengan menggunakan baju koko berwarna coklat dan
sarung hitam polos dengan peci hitam diatas kepalanya ,.
Wajahnya terbayang amat ramah di
depannya .cara menyapanya pun amat lembut . namun sayang ,iklimah melewatkan
moment itu, ia terlalu focus dengan keberadaan orangtua yang tiba-tiba
menghilang dari hadapannya .
JANJI SEBUAH LAMARAN
Dengan rutin iklimah meminum obat yang baru saja ia dapatkan
dari sumberejo .iklimah hanya diberi jangka waktu 1 bulan untuk menghabiskan
obat itu . ia berharap obat itu dapat menghilangkan penyakit asma yang berada
dalam tubuhnya .bukan hanya iklimah yang mengharapkan itu namun keluarga nya
dan sahabat terdekatnya termasuk reyhan aditia sang kekasih hati .
Rey selalu menanti kesembuhan iklimah ,karena dibalik
kesembuhannya ia memiliki sebuah janji terhadapnya .
“setelah sembuh nanti rey akan melamarku,tapi mengapa hati
ini terasa amat berat untukku bisa menjadikannya suamiku .”ucap iklimah sendiri
dalam kamar sambil menutup botol obat yang baru saja ia minum . iklimah berkata
–kata sendiri tentang apa yang sedang ia pikirkan saqat ini .
“limah, rey datang…!”sahut umi berjalan mendekat masuk ke
dalam kamar iklimah .
“iya umi.”jawab iklimah ,ia bergegas merapikan kotak obatnya
,dan kemudian berjalan ke ruang tamu untuk menemui rey yang sedang menunggunnya
.
Tatapan pertama ketika iklimah melihat rey ,ia hanya
tersenyum .
“bagaimana kabarmu ?”ucap rey mengawali perbincangan sambil
berdiri seolah menyambut kedatangan iklimah .
“sebaiknya kita berbicara di taman saja .”ajak iklimah untuk
pergi ke halaman depan .
“tentu.”jawab singkat rey sambil berjalan ke depan halaman
rumah iklimah .
Iklimah pun mengikutinya dari belakang ,kemudian keduanya
jalan bersebelahan .
“lusa adalah hari kesembuhanmu .”rey melanjutkan
perbincangan diantara keduanya .
“lalu?” iklimah mencoba memancing ucapan rey.
“esok aku akan melamarmu.” Ujar rey dengan sepenuh hati.
“kenapa tak lusa .?”jawab iklimah dengan raut muka tak yakin
bahwa ia akan menerima lamarannya .
“terlalu lama bagiku .” rey menjelaskan dengan singkat
sambil duduk di kursi tamu berlapis kayu di taman halaman depan rumah depan
rumah iklimah .
“apa kau yakin dengan keputusanmu?”Tanya iklimah dengan
menunjukan wajah yang amat serius .
“aku yakin.”jawab singkat rey dengan kesungguhan pada raut
wajahnya .
Iklimah hanya membalas tersenyum pada rey.
“pulanglah ,persiapkan dirimu dan keluargamu untuk lamaran
esok .”ucap umi menyambung pembicaraan dari belakang .
Iklimah dan rey dengan terkejut melihat umi yang berada di
belakang mereka.
Rey tersenyum.
“baiklah umi.”ucapnya .
Namun iklimah ,matanya sayup berkaca-kaca .ia tak ingin
semua ini terjadi karena hatinya tak pernah bisa menerima kehadiran dirinya
menjadi seorang kekasih dalam hidupnya .
Disisi lain iklimah tak ingin membuat rey terluka dan umi
kecewa ,hanya karena atas permintaan hatinya ,yang tak beralasan .
Perlahan iklimah mencoba tersenyumdiatas air matanya .
“pulanglah temui ibumu.”ujar lagi umi pada rey.
“iya mi.”dengan semangat rey berkata .ia bergegas pulang, ia
cium tangan umi untuk meminta sebuah doa restu darinya.
Langkahnya pun menjauh pergi dari kediamannya .
Iklimah terdiam, merenung, ia tak kuasa menahan apa yang ia
rasakan .
Ia merangkul tbuh umi dan menangis dengan derasnya hingga
membuet wajah umi menekuk dengan kencang ,tak mengerti apa yang terjadi pada
putrid tunggalnya.
Padahal di isi lain seharusnya iklimah bahagia dengan apa
yang akan terjadi padanya esok.
“umi!”ujar iklimah dengan merangkul tubuh umi.
“apa yang terjadi denganmu limah ?”Tanya umi dengan amat
heran terhadapnya.
“umi,limah…limah…!!”ucapnya limah dengan mulut yang gemetar
tak berani mengucapkan apa yang terjadi.
“tenangkan dirimu limah,jangan biarkan dadamu terasa sakit
,tenangkan dulu,ceritakan pada umi nanti setelah air matamu reda nak!”jawab umi
dengan nasehatnya yang menenangkn iklimah yang masih tersedu menangis dalam
pelukan umi yang menghangatkan jiwanya.
“umi..!”iklimah hanya mampu berkata’umi’ ,dirinya tak kuasa
menahan sesuatu yang telah bertahun-tahun ia pendam dengan rasa sakit yang ia
rasakan.
“sudahlah,kita istirahat saja, tenangkn dirimu,”umi mengajak
iklimah untuk berbaring di kamarnya .
Umi masih merasa heran dengan iklimah yang bertingkah laku
seperti ini.
Akhir-akhir ini ,ia seperti orang yang memiliki beban berat
dalm hidupnya.
Iklimah seolah menyembunyikan sesuatu darinya ,umi menarik
selimut dan menutupkan tubuh iklimah. Perlahan dengan lihai tangannya mengusap
kening iklimah hingga matanya terpejam .
Pagi itu berlarut dengan sebuah pertanyaan akan cara
menyambut kebahagiaan dengan tangisan air mata yang melukiskan rsa pedih dalam
jiwa yang menginginkan sebuah harapan besar dari hal yang sangat berarti dalam
hidupnya .
RAHASIA PENJAWAB DO’A
Hari baru berlalu ,mengubur air mata kemari untuk
memendamnya hari ini .
29 hari pengobatan dijalani ikimah dan esok adalah hari
dimana ia akan sembuh menurut perkiraan romo asal sumberejo itu.
Hari indah dirasakan reyhan aditia untuk bisa memasangkan
cincin emas di jari manis iklimah pertanda akan sebush kebersamaan yang amat
lama dalam sebuah rumah tangga yang bahagia .
Pukul 09.00 ,terdengar suara klakson mobil di depan rumah
iklimh .
Dengan yakin ,yang datang adalah reyhan aditia bersama
ibunya dengan tujuan melamrar iklimah pujaan hatinya .
Iklimah bersiap untuk membuat senyuman menyambutnya .iklimah
menyerahkan apa yang akan terjadi hari ini pada sang pencita .
Perlahan tangan iklimah membuka pintu ,langkah awal senyuman
ia paparkan di depan ibunya rey .
Pintu terbuka oleh seorang gadis berpakaian muslim dengan
jilbab cokelat muda yang membuatnya terlihat lebih manis ketika mengenakannya
.iklimah dengan cepat meraih tangan ibunya rey untuk kali pertama ia bertemunya
.
“kaukah iklimah ?”Tanya ibu dengan wajah menatap penuh pada
iklimah .
“tentu saja .”jawab singkat ibu .sementara itu rey hanya
tersenyum melihat perbincangan antara ibu dan iklimah yang memperlihatkan
keakraban .
Iklimah berjalan di samping ibunya untuk menuntun hingga
ruang tamu dan melangsungkn lamaran secara tertutup di rumahnya .
Telah tertata rapih beberapa makanan dan minuman di atas
meja tamu untuk edatangan seseorang yang telah dinantikan oleh iklimah .
Betapa berdebarnya hati iklimah saat itu ,ia tak ingin
dirinya bersifat egois atas perasaan hatinya sendiri .
Iklimah hanya mampu berusaha untuk mencoba menerima rey
dalam hidupnya walaupun hatinya selalu menolak sosok rey dalam hidupnya.
Disela kebersamaan iklimah dan rey d ruang tamu ,umipun
datang menghampiri .tatapan umi menatap tajam ibunya rey ,sepertinya ada suatu
hal yang membuat umi pernah melihat wajahnya.
“inikah ibunya rey yang dinantikan .”sahut umi sambil
mendekat duduk di samping iklimah .
Ibunya reypun balik menatap tajam ,namun mencoba untuk
menutupinya.
“dimana abi ,umi…?”ujar rey yang seolh telah menjadi bagian
keluarganya.
“ia sedang bersiap untuk kemari.”jawab umi memastikan.
Dari samping kanan terlihat abi yang melangkah mendekat
hingga mengarahkan seluruh padangan padanya .
Ibunya rey mengangkat wajahnya yang tertunduk pada
abi.begitu terkagetnya ia saat matanya melihat sosok itu. Tak terasa air
matanya dengan deras mengalir dan mengucapkan.
“ayaaahhh…!”satu kata yang terdengar oleh rey ,iklimah dan
uminya .
Umipun ikut terbangun dari duduknya .
“apa maksudnya .?”ujar umi dengan penasaran .
Ibu rey pun mengangkat tangan untuk mengusap ribuan air mata
yang mengalir di pipinya ,ia tak mampu berkata –kata ,wajahnya mengerut dan
mulutnya mencoba untuk berbicara perlahan pada rey anaknya.
“dia adalah ayahmu.”ucap ibu pada rey yang masih terisak
dalam tangisnya .
“maksud ibu ?”jawab rey dengan penjelasan singkat ibunya
.abipun menatap redup ibunya rey dengan bibir gemetar .
“ini abi, ayahku .”ujar iklimah mencoba menjelaskan ketidak
mengertiannya .
“dan gadis ini adalah adik tirimu ,kau tak pantas
menikahinya .”jawab lagi ibu dengan nada tinggi tersedu-sedu.
“tidak mungkin bu.”ucap rey dengan amat begitu kecewa . umi
yang hanya bisa diam melihat apa yang terjadi bergegas pergi ke kamar .
“umi biar abi jelaskan !!!!!!!!!!!”ucap tegas abi dengan
menarik tangan kanannya .namun, itu tak membuat langkahnya terhenti .
“yah ,ini anakmu ,dan aku ini adalah istri yang kau tinggalkan
15 tahun lalu .aku tak pernah melupakan wajahmu .”ibu rey pun menjelaskan
dengan air mata yang deras mengalir .
Iklimah terduduk lemas melihat kenyataan yang baru terungkap
ini .begitupun rey yang amat terpukul atas berita yang tak pernah ia tahu sebelumnya
.
Tanpa berkata-kata abipun bergegas ke kamar menyusul
umi,istri yang ia sayangi kini .ibunya rey pun keluar dari rumah meninggalkan
rey dan iklimah berduaan di ruang tamu .
Rey menatap tajam iklimah yang sedang terduduk melamun.
Perlahan langkahnya mendekati iklimah dan menarik kasar tangan iklimah ,hingga
ia terbangun kesakitan .
“kau dengar itu , betapa sangat aku mencintaimu ,namun kau…
kau adalah adikku. Iklimah aku mencintaimu .”ucap rey dengan emosinya hingga
tubuhnya hamper memeluk tubuh iklimah dengan perasaan kecewanya .
“jangan pernah kau dekap tubuhku segampang itu rey .”jawab
iklimah dengan mendorong tubuh rey menjauh darinya, hingga tubuh iklimah
terbanting ke atas sofa .
“iklimah ,aku tak kuasa melihat kecantikanmu.”rey berlari
mendekati iklimah dan membuka tangannya untuk menahan iklimah di atas kursi .
ia dekatkan dan semakin dekat wajahnya pada tubuh iklimah .
“rey,biadab kau..!”teriak iklimah dengan air mata di pipinya
.
“kau tak bisa berbuat apa-apa ,sekarang kau akan menjadi milikku
.”ucap rey yang semakin mendekatkan tubuhnya pada tubuh iklimah .
“rey..!!ini bukan rey yang ku kenal ,rey jangan kau lakukan
atas kehendak emosimu… rey hentikannn…!!!!!!”ucap iklimah dengan nada tinggi
dan mencoba menahan tubuh rey yang telah dipenuhi emosi oleh tangannya .
“rey…!!!”teriak lagi iklimah dengan mendorong tubuh rey
hingga terjatuh ke bawah dan tiba-tiba dalam tangis iklimah ,nafasnya tersedu
dan mulai terasa berat . ia pun tak mampu mengatur nafasnya .
Tangan iklimah mencoba memegang kain sofa dengan eratnya .
ia tak mampu menahan rasa sakit di dadanya .
Rey hanya mapu melihat iklimah kesakitan di atas sofa .
“iklimah ,apa yang terjadi ?”ucap rey dengan nada
perhatiannya .
Iklimah dengan berat menarik nafas nya tak mampu berkata
apa-apa .ia hanya mampu menguraikan air mata.
“aaaaaahhhh….!”ucap rey dengan kesal .ia pun pergi dengan
meniggalkan iklimah yang sedang merasakan asma yang menghilangkan nafasnya
.iklimah tak mampu berbuat apa-apa,ia hanya bisa menunggu seseorang yang datang
untuk menolongnya .
Iklimah tak kuasa menahan rasa sakit di dadanya .bibirnya
memutih ,tangannya bergetar melemas,matanya mulai kabur dengan cahaya ruangan ,
nafasnya mulai tenang dan gelap .
“iklimah, ini umi…”ucap umi dengan lembut pada iklimah yang
tengah terbaring di kamarnya .
Perlahan jari tangannya bergerak, wajahnya memutar kea rah
kiri , matanya terbuka menatap cahaya ruangan . tatapannya tertuju langsung
pada seseorang yang berada di samping kanan dan kirinya .
“umi ..abi…aku gagal ,aku tak bisa smbuh .”ucap iklimah
dengan mengigat hari esok yang seharusnya ia sembuh .
Namu harapan itu gagal ketika hari ini asmanya kambuh dengan
begitu parahnya ,padahal hanya tinggal menunggu 1 hari lagi .
Umi dan abi hanya mampu tersenyum dan kembali menyemangati
anaknya itu .
Hari itu berlalu dengan haru ,umi dan abi tetap terlihat
begitu dekat walaupun baru saja masalah menimpanya .
Iklimah kini mengetahui kegelisahan hatinya . ternyata rey
adalah kakak tirinya . pantas saja hatinya selalu menolak akan dirinya menjadi
kekasi iklimah .
Iklimah tak tahu dirinya harus bersikap seperti apa ketika
nanti dirinya bertemu dengan rey,yang saat ini sedang merasa terpukul dengan
kejadian kemarin .
“beristirahatlah nak.”ucap umi sambil mengusap rambut
iklimah dengan lembut .
“jangan kau pikirkan masalah kemarin ,semuanya telah selesai
.”sahut abi dengan jelas dan tegas .iklimah hanya mengangguk dan tersenyum
menjawab semua ucapan umi dan abi.
Umi dan abi pun keluar dari kamar iklimah ,membiarkan
dirinya terbaring sendiri dalam peristirahatannya .
“ya rabb ,kau jawab semua doa dalam tahajudku.”ucap iklimah
dengan mata penuh harapan serta syukur.
Tak kuasa dengan tubuhnya yang terasa semakin melemah
,mulutnya seolah membisu,tangannya terdekap di atas perutnya yang dilapisi kain
tebal penghangat tubuh .
Perlahan matannya sayup dan mulai menemui kisah baru dalam
gelapnya pandangan mata.
Beberapa hari berlalu tanpa kedatangan rey ke rumahnya
,membuat iklimah pulih dan tenang dengan kehidupan barunya ,walau asmanya
dinyatakan gagal dalam masa penyembuhan kemarin.
Iklimah tak putus asa ,ia tetap menjadi iklimah yang
memiliki jiwa semangat yang tinggi.ia terus berusaha untuk membuat dirinya
sembuh. Iklimah tak ingin dirinya hanya terdiam di rumah layaknya orang sakit .
“iklimah, umi berniat mengajakmu berobat ke Amsterdam
.”sahut umi dari belakanga iklimah yang sedang duduk di halaman rumah .
“apa itu tidak terlalu jauh umi.?”jawab iklimah dengan
menengok kea rah umi .
“tak ada jalan lain ,dan kebetulan ada pamanmu disana .”ucap
umi sambil duduk bersebelahan dengan
iklimah .
“aku serahkan pada keputusan umi dan abi saja .”jawabnya
iklim,ah dengan senyumnya .
“tapi mungkin tak saat ini “ujar umi dengan menundukkan
kepala .
“taka pa umi. Umi… izinkan aku bersepeda di depan rumah saja
.”ucap iklimah dengan nada merayu pada umi .
“tapi tak lama.”jawab umi dengan menunjuk wajah iklimah
dengan jarinya .
“terimakasih umi..”dengan semangat iklimah menjawab dan langsung
menarik sepeda dari samping rumah lalu menaikkinya dengan berpakaian rok dan
jilbab hitam serta baju panjang berwarna merah tua .
Dengan bibir yang terus tersenyum ,iklimah menggoes
sepedanya .ia rasakan udara segar dalam pernafasannya .ia rasakan bebas saat
pandangannya menatap rumah –rumah dan pohon yang masih terjaga keasriannnya
.matanya terus menatap orang-orang yang tengah sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.
Seorang ibu yang lihai memainkan sapunya ,seorang ayah yang
duduk santai dengan korannya ,beberapa anak muda yang bermain dengan
gitarnya,anak-anakyang berlarian penuh canda tawa ,hinnga seorang laki-laki
yang pernah ia temui ,ia pandang beberapa kali untuk memastikan bahwa itu
benar-benar….
“ali …”ucapnya iklimah yang tiba-tiba menghentikan goesan
sepedanya dan membuatnya tak seimbang hingga sepedanya terjatuh bersama dirinya
di atas jalan beraspal itu .
“hey !limadza?biar kubantu .” sahut ali yang langsung
berlari mendekati iklimah yang terjatuh dari sepedanya .
“la’ba’sa, syukron .”jawab iklimah yang tersipu malu dengan
bahasa arabnya yang dulu pernah ia pelajari di madrasah aliyah .
“kau tak apa ?”ucapnya lagi ali bertanya pada iklimah .
“tidak,biarkan aku saja .”jawab iklimah sambil memegang
sepeda yang di pegang oleh ali .
“tidak, aku tahu kau lemas ,biarkan aku yang memmbawanya
hingga ke depan rumahmu .”ujar ali menunjukkan kepeduliaannya pada iklimah yang
padahal ia belum mengenalnya begitu dekat .
“tak usah aku saja.”jawab iklimah memaksa tak ingin dibantu
.
“bagaimana jika di tengah jalan asmamu kambuh.!”ucapnya lagi
ali yang seolah sudah mengenal iklimah dari sejak lama .
“bagaimana kau bisa ….. baiklah .”jawabnya iklimah dengan
menatap heran ali yang sepertinya tahu banyak tentang dirinya .
“naiklah..”ujar ali yang telah siap bersepeda mengantarkan
iklimah pulang .
“tapi bagaimana …euuu…”ucap iklimah dengan ragu, ia merasa
aneh dengan orang yang bernama ali itu .sebenarnya dia ini siapa ?
“jangan takut, naiklah .”ali mencoba memotong pembicaraan
iklimah dan menyuruhnya duduk di jok sepeda belakang bersamanya.
Dengan amat heran dan bingung iklimah naik ,ali pun berjalan
menggoesnya .
Tangan iklimah berpegangan pada besi di belakang jok sepeda
yang ia naikki.ali tak memutarbalik sepeda untuk menuju rumah iklimah .ia berjalan
lurus dan diantara keduanya tak ada perbincangan melainkn hanya saling diam dan
tersipu dalam lamunannya masing-masing.
Lamunannya beranjak kabur ketika roda sepeda itu berhenti
berputar.bukan rumah iklimah tuijuannya ,namun terlihat kelinci-kelinci putih
yang berkeliaran di setiap sudut lapangan ,yang berlapiskan rumput hijau yang luas .
Iklimah turun dari sepeda matanya menatap takjub pada
hewan-hewan lucu itu.setahu iklimah di Jakarta tak ada hewan berkeliaran selain
di kebun binatang .
Tatapan iklimah kabur setelah ali datang di depannya
membawakan seekor kelinci untuknya .
“jangan dekatkan ,aku tak boleh menyentuhnya ,bulunya
membuat nafasku berat.”ucap iklimah dengan mundur 1 langkah dari kediaman ali.
“tidak,peganglah,yakinkan dirimu.”jawab ali dengan mencoba
meyakinkan iklimah,tangannya kembali mendekatkan kelinci putih itu pada
iklimah.
Iklimah pun tersenyum ,dan perlahan tangannya menggapai
kelinci yang tengah dipegang ali , ia memeluknya dan mengusap tubuh kelinci
putih itu dengan senyum penuh di wajahnya .
“ikutlah denganku .”ujar ali yang mengajak iklimah berjalan
–jalan di sekitar lapangan hijau itu .
“tunggu ,aku belum mengenalmu .”Tanya iklimah dengan rasa
penasaran .
“tapi aku telah mengenalmu .”jawab singkatnya ali pada iklimah
yang masih mengelus kelinci putih di tangannya .
“ismuka ali…benar.”ucap iklimah menebak dan mencoba untuk
mengenalnya.
“benar,kau iklimah .”sahut ali yang tersenyum pada iklimah .
“bagaimana bisa kau berada disini ?”tanya iklimah yang masih
penasaran pada sosok ali yang tiba-tiba hadir dalam kehidupannya .
“aku disini untukmu ,kau merasa aneh ketika kau melihat
kelinci di lapangan ini ,karena kau tak pernah keluar sejauh ini dari depan
rumahmu .”jelas ali yang berucap tegas meyakinkan pada iklimah .
“untukku!kau tahu banyak tentangku .”jawab iklimah sambil
melirik pada ali yang berjalan sambil tersenyum tegak menatap ke depan .
“iya, pak trisna memiliki ternak kelinci dan setiap minggu
ia melepaskannya di lapangan ini untuk menarik para produsen .”jelas ali
memberitahu iklimah .
Iklimah hanya mengangguk dan tersennyum .
Tak terasa ia telah berjalan memutari lapangan itu, ali
kembali menaikki sepeda dan kelinci yang di genggam iklimah ia lepaskan tanpa
ia rasakan nafas yang berat di dadanya .
Tanpa ali berucap, iklimah naik sepeda di belakang ali .dan
sepeda memutar arah menuju arah jalan rumah iklimah .
Keduanyapun saling diam menikmati setiap sudut yang dilihat
,yang walaupun hanya sebuah perumahan dengan pohon-pohon seadanya .
Dengan tak terkira ,sepeda itu berhenti tepat di depan rumah
iklimah .
“bagaimana kau bisa tahu ini rumahku?”Tanya lagi iklimah
dengan heran sambil turun dari jok sepeda .
“sudah ku katakana aku mengenalmu .”jawab ali dengan begitu
meyakinkan .
Iklimah tak menghiraukan .ia berjalan membuka pintu gerbang
rumahnya .
“apa kau tidak menginginkan sepedamu ?”sindir ali yang
memalingkan wajah dari iklimah .
“oh ya ampun ,makasih ,hari ini luar biasa .”ikllimah
berbalik dan mencoba meraih sepedanya dari genggaman ali .
“salam untuk orangtuamu ,beristirahatlah .”ucap ali dengan
raut wajah yang amat peduli pada iklimah.
Iklimah berjalan masuk dengan mendorong sepedanya ke dalam
rumah .wajah iklimah masih terlihat heran dan amat tak percaya dengan apa yang
terjadi hari ini .
Ia merasakan suatu hal yang nyaman dan hari penuh semangat .
Terlihat dari depan rumah umi yang telah menunggu kedatangan
iklimah yang mengkhawatirkannya .
“kau bahagia ?”Tanya umi dengan pasti .
“umi , bisa saja .”jawab iklimah dengan tenang dan wajah yang terisi dengan penuh senyuman.
“istirahatlah.”ujar umi menyarankan iklimah untuk istirahat
sejenak .
Dengan senyum .iklimah masuk ke dalam kamar dengan diiringi
umi di belakangnya .
Kelelahannya membuahkan mata yang terus tersayup dengan
bayangan ali dalam tidurnya .

KAGUM BERBUAH CINTA
Pagi yang cerah tak mampu melupakan kenangan kemarin bersama
sesosok pria yang misterius . iklimah tak mampu menebak ali yang tiba-tiba
datang memberikan senyuman dan keanehan dalam hidupnya .
Pikiran iklimah slalu terbayangkan pada sosok ali yang
menunjukan rasa peduli terhadapnya . iklimah tak mengerti maksud dan tujuan dia
apa ? yang jelas iklimah mengaguminya .
yang ia tahu ali selalu meyakinkan dirinya bahwa iklimah bisa untuk menjadi
seperti orang normal .
Baru kali pertama itu iklimah bisa memeganh kelinci tanpa
merasakan asmanya kambuh karena bulu kelinci itu .
Iklimah berharap sosok yang bernama ali itu datang lagi
untuk membuat iklimah bangkit dan lebih semangat lagi .
Iklimah tersenyum kagum dalam lamunannya sendiri di kamar.
“limah temanmu datang .”teriak umi dari luar kamar iklimah .
Selalu saja ada halangan yang membuat lamunan iklimah kabur
seketika .
“temanku…siapa? Iya umi..!”berbisik iklimah ,kemudian
berteriak menjawab sahutan dari uminya .
Iklimah bangkit dari dari tidurnya ,membuka pintu dan
bergegas pergi ke ruang tamu .
Tidak lain dan tidak bukan sosok yang hadir terduduk di
hadapannya adalah orang yang baru saja hadir dalam bayangannya .
Ia terlihat begitu tampan dengan pakaian kaos panjang
berwarna hitam berlis abu dan celana hitam panjang tanpa memakai peci dan terlihat seperti tak
biasanya .
“ali kah !”sahut iklimah dengan heran .
“begitukah yang kau lihat .”jawabnya ali dengan tegas dan
gayanya yang khas .
Ketika iklimah mendekat untiuk duduk di kursi sebelahnya.
“ikutlah bersamaku.”ujar ali sambil berdiri bertutur kata
pada iklimah.
Iklimah hanya tersenyum dan mengikuti.
“biarkan aku meminta izin pada umi dan abiku.”jawab iklimah
dengan lembut .
“tidak ,aku yang mengajak maka aku yang meminta izin ,dan
orangtuamu telah mengizinkannya .”jelas ali yang menunjukan kedewasaannya.
“benarkah…!”ujar iklimah mengayunkan nada bicaranya .
Ali hanya mengangguk tersenyum mengiyakan ketidakpercayaan
iklimah .
Iklimahpun mengikuti ali berjalan keluar rumah . jika
kemarin sepeda yang mengukir kisah diantara mereka ,maka sekarang sebuah mobil
sport merah yang mengawali kisah di pagi harinya .
Sudah berapa kali iklimah dikejutkan oleh sosok yang bernama
ali ini .dadanya amat tergoncang dengan hebatnya .
Walaupun iklimah merasa aneh dengan sosok ali ini ,namun
dirinya merasa nyaman berada di samping ali .
“masuklah…”ali mempersilahkan iklimah masuk dan duduk di
depan menemani ali memutarbalikkan setirnya .
Iklimah hanya tersenyum .ia masuk dengan jilbab dan pakaian
muslim yang membuatnya terlihat anggun .
Perlahan mobil itu berjalan , keduanya hanya diam ,ali sibuk
dengan perhatiannya pada jalan yang ia lewati ,sedangkan iklimah hanya mampu
menatap ali dari samping ,ia mencoba memberanikan diri untuk bertanya kepadanya
.
“sebenarnya kau ini siapa ?”Tanya iklimah dengan wajah yang
berbalik kepadanya .
“kau masih bertanya ,tidakkah kau melihat kesungguhanku
.”jawabnya ali ali yang malah mempersulit suasana dengan tebakan –tebakannya .
“kumohon ,hari ini kau jelaskan semua .”ujar iklimah yang
seolah akan mengakhiri semua tebakannya .
“aku adalah seorang santri yang mengagumimu ,menyayangimu,
bahkan mencintaimu dan ingin memilikimu .”jawabnya ali yang masih fokus
memperhatikan jalnnya .
Iklimah berbalik kaget pada ali yang berada di sampingnya .
“kenapa ?”wajah ali berbalik sehingga berhadapan dengan
wajah iklimah . iklimah menurunkan pandangannya pada ali .
“tidak ,aku merasa nyaman bersamamu ,tapi aku mengenalmu
.”jawab iklimah dengan nada rendahnya .
Mobil merah itu terhenti di sebuah tempat. Ali pun turun dan
membukkan pintu dimana iklimah berada .
Iklimah begitu takjub dengan pelayanan ali terhadapnya . ali
mencoba menuntun langkah iklimah menuju sebuah rumah kecil yang berada di
antara gedung-gedung mewah tinggi pencakar langitt .
“lihatlah rumah kecil yang kumuh itu, ayo kita masuk .”ajak
ali seakan mau menunjukkan sesuatu pada iklimah .
Iklimah hanya tersenyum dan berjalan bersebelahan bersama
ali .
Ia melewati rerumputan yang tinggi dan tanah kering yang
sudah tak subur . ali mencoba membuka pintu dan mengucapkan salam .
Luar biasa , dari yang pertama ia lihat amat buruk ,namun
hal itu sirna setelah pintu dibuka .terlihat dinding-dinding yang dilapisi cat
berwarna dan puluhan lukisan bernilai tinggi menghiasinya .
Iklimah berjalan ,tangannya meraba setiap sudut lukisan yang
tertempel di dinding .permainan warna yang terlihat memukau membuat tenang dan
indaah .
Satu hal lagi yang membuat dada iklimah berdebar terlihat
satu lukisan yang terdiam sendiri di satu sudut ruangan .
Gadis dewasa yang mengenakan hijab biru tua , tersenyum
manis dengan tangan yang memeluk kelinci putih ,dan itu adalah iklimah sendiri
.
Ia mendekat dan meraba wajahnya yang tersenyum .
Seketika,air matanya pun mengalir ,namun bibirnya tak henti
tersenyum . iklimah berbalik menghadapkan doirinya pada ali yangt berdiri
tersenyum melihatnya .
“terkadang orang hanya melihat dari satu sisi saja .”ucap
ali mengawali perbincangan diantara keduanya .
“betapa aku sangat mengagumimu.”jawab iklimah dengan
beberapa air mata yang sesekali ia hapus dengan tangannya .
“izinkan aku bertemu walimu .”ujar ali yang berkata singkat
namun pasti .
Iklimah hanya mengangguk dan tersenyum . keduanya berjalan
bersebelahan menjauh dari rumah itu dan menaikki mobil untuk kembali ke rumah
iklimah .
“aku ingin mempertemukanmu dengan salju .”ucap ali mengawali
perbincangan di dalam mobil .
“imposibble.”jelas singkat iklimah yang menyatakan bahwa itu
tidak mungkin terjadi .
“nothing imposibble,itu akan menjadi janjiku untukmu .”ujar
ali yang selalu menunjukkan keyakinan yang luar biasa dalam diri iklimah .
Lagi-lagi iklimah slalu dikagetkan dengan segala sesuatu
yang seharusnya ia jauhi dan memiliki resiko tinggi untuk penyakit asmanya .
Entah hal apalagi yang akan membuat hati iklimah berdebar
karena tingkah dan perilaku ali yang selalu membuatnya yakin dan terus tegar
dalam menghadapi asmanya .
“sedang ada acara apa di rumah ,sepertinya ramai sekali
.”ujar iklimah saat pandangannya tertuju pada halaman depan rumahnya .
“acara kita .”jawabnya ali dengan pasti . iklimah tak mampu
berkata apa-apa ,ia hanya mampu mengira –ngira apa yang akan terjadi
selanjutnya pada dirinya dan hidupnya .
Mobil sport merah itu berhenti tepat di depan rumah iklimah
yang terlihat ada sebuah mobil hitam yang tak ia kenali .
Iklimah keluar dari mobil dan berjalan lebih awal mendahului
ali berjalan .ali hanya mengikuti dan mencoba menyusulnya .
“assalamu’alaikum…!”sapa iklimah dari depan pintu yang telah
terbuka .
“wa’alaikumussalam.”jawab para penghuni rumah ,terlihat umi
dan abi , dan 4 orang lain yang tak ia kenal berkumpul di ruang tamu , juga
terhidangkan beberapa makanan di atas meja .
Iklimah mendekat dan duduk diantara umi dan abi . dan ali
menghampiri 4 orang lain yang tak iklimah kenal ,ternyata itu adalah ayah
,ibu,kakak laki-laki dan romo yang kemarin ia temui di sumberejo .
Iklimah amat terkesima dengan kedatangan mereka tanpa ia
ketahui .
“saya awali saja , iklimah ,anak ayah ini ingin
mengkhitbahmu . apa kau menerimanya atau tidak ?” jelas ayahnya ali yang
langsung berbicara pada intinya .
“bagaimana bisa aku tidak menerimanya ,sedangkan aku nyaman
bersamanya .”jawab iklimah dengan ucapan teka-tekinya .alipun menarik nafas
dengan leganya . lamarannya ia terima ,kedua keluarga amat bahagia dengan
keserasian hati di antara anak-anaknya .
Dengan tak menunda-nunda waktu keduanya segera menentukkan
tanggal pernikahan ,dan melangsungkan nya dengan mahar 50 gram emas dan
mempertemukan iklimah dengan salju .

AKHIR KESENDIRIAN
Hari rabu,29 agustus adalah hari bahagia antara iklimah dan
ali ,keduannya melangsungkan acara pernikahan dengan khidmat di kediaman rumah
iklimah ,Jakarta pusat dengan meriah dank has islami berupa music arab
pengantarnya , menghadirkan ratusan tamu undangan dan sanak keluarga berkumpul
dalam ikatan silaturrahmi .
Setelah keduanya melangsungkan akad dan telah sah menjadi
pasangan suami istri ,keduanya duduk berdua di kursi pelaminan layaknya raja
dan ratu .
Pernikahan yang diawali 3 hari perkenalan ini membuahkan bahagia
diantara keduanya .
Sosok ali yang gagah mengenakan jas berwarna hitam dan
selana hitam berlis merah muda dengan kalung bunga melati di dada terlihat
serasi dengan iklimah yang mengenakan gaun mewah merah muda dan hijabnya yang
anggun dengan lapisan bunga melati di atasnya tersusun sangat rapih .
“bolehkah aku mengatakan satu hal padamu ?”Tanya ali pada
iklimah istrinya ,di tengah-tengah tamu undangan terduduk di kursi pelaminan .
“apa sih yang tak boleh untuk suamiku .”jawab iklimah dengan
nada lembutnya ,dan senyumannya yang khas .
“bolehkah aku menciummu .”ujar ali yang m,eminta dengan
rayuannya .
“tidak ,setelah kau mempertemukan aku dengan salju .”jawab
iklimah yang memalingkan wajahnya dari ali .
Kemudian dengan halus tangan ali menarik wajahnya untuk
dihadapkan pada matanya yang menatapnya amat dalam .
Kemudian keduanya tersenyum tertawa bahagia . hingga
keduanya gerogi tanpa alasan ‘ali pun meraih wajah iklimah dan mencium
keningnya untuk yang kedua kali .
Hari itu pun berlalu amat terasa indah walaupun hanya dalam
waktu satu hari.
Sore itu juga pasangan pengantin ini langsung bersiap untuk
sebuah penerbangan ke jepang ,seperti janjinya ali kepada iklimah .ia takkan
menyentuhnya sebelum asmanya sembuh total dan ali akan mempertemukan iklimah
dengan dinginnya salju di jepang .
Keduanya ingin menghabiskan waktu berdua di jepang selam
beberapa minggu .
Segala sesuatunya telah dipersiapkan oleh ali ,sebuah rumah
yang dipesan untuk beberapa minggu telah menunggu disana .sebuah kendaraan yang
siap mengantarkan iklimah dan ali kemanapun mereka inginkan .dan ribuan tetes
salju yang telah menanti kedatangan iklimah yang membawakan kehangatan di
jepang.
Iklimah kini tak sendiri ,ia memiliki seorang raja yang siap
menemaninya kemana saja .
“hari ini berlalu begitu cepat .”ucap ali yang sedang
mempersiapkan keberangkatannya di kamar pengantin .
“tapi hari ini akan menjadi hari sejarah bagi kita
.”jawaaaaaab iklimah yang juga sibuk dengan kesiapannya sore ini .
“aku akan selalu menyayangimu.”ujar ali sambil memeluk
iklimah dari belakang menghentikan kesibukan sejenak .
“dan aku akan selalu mengagumimu .”jawabnya iklimah dengan
lembut dan menunjukkan sisi kehangatan diantara keduanya .
Terdengar suara klakson mobil yang berbunyi beberapa kali
,itu menandakan keduanya siap berangkat menuju bandara .
Iklimah dan ali pun keluar dengan bergandengan tangan
,pakaian khas berwarna cokelat dan mantel menunjukkan keserasian diantara
keduanya .
“umi,abi,doakan aku .”ujar iklimah meminta restu dan doa
atas keselamatan dan kesembuhannya.
“tak pernah lupa nak .”ucap ali yang tersenyum memeluk anak
semata wayangnya itu.
Keduanya berpamitan pada seluruh sanak keluarga dengan
segera keduanya menaikki mobil yang telah terpasang bunga diikat pita di
depannya yang menunjukkan bahwa di dalamnya terdapat sepasang pengantin yang
akan hidup bahagia .
Ali dan iklimah duduk di belakang dan ditemani sopir di
depan nya dengan melambaikan tangan . keduanya mengawali perjalanan menuju
hidup baru yang nyaman .kini tak ada jarak antara ali dan iklimah ,hingga di
dalam mobil tangan iklimah tak terlepas dari genggaman ali ,malah lebih dekat .
Iklimah menyenderkan dirinya disamping tubuh ali ,hingga
kepalanya tersungkur dan memperlihatkan keharmonisan diantara keduanya .
Iklimah hanya memikirkan satu hal dalam dirinya . entah
bagaimana nanti dirinya bertemu dengan dinginnyasalju ,sedangkan dengan
dinginnya air hujan saja nafasnya sudah tak mampu ia atur dengan baik .
Pikirannya tertunda saat mobil terhenti di bandara .dan
sebuah pesawat telah siap berangkat untuk mengantarkan ali dan iklimah menemui
kebahagiaannya berdua di jepang .
langkah
awalnya menginjak tanah yang bertumpuk daun dari pohon yang berguguran tertiup
angin yang menusuk tubuh berlapis kain tebal dengan sarung tangan penghangatnya
.
hari
ini salju tak turun ,namun tak sedikitpun rasa dingin itu hilang di bumi sakura jepang . ali yang baru saja
sampai di depan rumah menantinya di jepang bersama iklimah , berjaln
bergandengan di depan rumah ala jepang itu .
iklimah
menyenderkan kepalanya pada bahu ali dan ali pun memeluk dari belakang dengan
sebelah tangan . mereka menunjukkan keharmonisannya setelah menikah dan memilih
berduaan di jepang .
“salju
akan turun menyelimutimu .”ucap ali pada iklimah yang sedang menyender di
bahunya .
“akankah
aku kuat menahan dinginnya .”jawab iklimah sambil mengangkat kepalanya
melepaskan senderan pada bahu ali yang duduk di kursi depan rumah itu .
“aku
yang akan menghangatkanmu .”ujar ali sambil merangkul iklimah dengan kedua
tangannya dari samping hingga membuat iklimah terjatuh dalam pelukannya .
“kau
yang selalu membuatku yakin .”jawab iklimah dengan tersenyum .
“karena
kaulah keyakinanku .”ucap ali yang semakin menunjukkan keharmonisannya .
Di
tengah kemesraan ali dan iklimah tak teraa beberap tetes yang mewariskan rasa
dingin terjatuh dari atas langit .iklimah hanya tersenyum menyambutnya datang .
“yakinlah
.”sahut ali dengan meraih wajah iklimah dan mencium keningnya .
Iklimah
tersenyum dan mencoba meyakinkan dirinya untuk bisa melawan dinginnya salju .
Tangan
iklimah bergetar ketika beberapa tetes salju mengenai tubuhnya yang terbungkus
mantel tebal dan sarung tangan serta topi penutup kepala hingga daun telinga .
Ali
terus menatap wajah iklimah sang istri tercinta .
Ali
merasa iklimah belum mampu untuk menahan dinginnya salju saat ini .bibirnya
mulai memutih ,matanya sayup ,dan tangannya semakin bergetar ,hingga ia simpan
di atas dadanya .
Tak
kuasa menahan sakit tangannya meremas dada dengan amat kencangnya .nafasnya
terasa berat dan sulit untuk diatur .
Ali
dengan segera merangkulnya dan membawanya ke dalam rumah .ia baringkan iklimah
di atas sofa berwarna merah ,lalu dibuatkannya cokelat panas yang masih
mengeluarkan asap dan dapat menghangatkan tubuh iklimah .
Iklimah
hanya mampu tersedu dengan nafasnya yang berat ,ia tak mampu berucap sepatah
katapun .
“minumlah.”ucap
ali dengan tenang dan mengarahkan gelas berlapis alumunium ke mulutnya .ali
menunjukkan sisi perhatiannya yang lebih kepada istrinya itu . tak lupa ali pun
menyediakan dua butir obat berbentuk kapsul untuk diminum iklimah ,yang mampu
membuat nafasnya menjadi lebih ringan .
Iklimah
pun meminumnya ,bersama coklat panas yang dapat menghangatkan tubuhnya .
“beristirahatlah
,tubuhmu belum siap untuk menerima dinginnya salju .”ucap ali sambil mengelus
rambut iklimah yang tertidur di atas sofa .ali menatap penuh wajah iklimah yang
tersenyum padanya.
Perlahan
mata iklimah berubah menjadi sayup dan menutup hingga tetesan air matanya
terjatuh pada tangan ali yang berada di sampingnya .
“keyakinanku
takkan pernah merubah esok menjadi madu yang pahit ,madu yang manis adalah
milikmu untuk hari ini dan esok , allah member setetets cahaya pengangakat
raguku untukmu bisa sembuh .”bisik ali pada iklimah yang masih mengalir .
Perlahan
nafas iklimah mulai reda ,salju mlenyapkan harinya untuk sebuah keyakinan bisa
bangkit menggapai kesembuhan . namun suasana berbuah pahit ,keberaniannya
membuat iklimah meleleh tak berdaya di bawah dinginnya salju yang turun .
Ali
sang suami tak pernah lelah menyemangati iklimah dan membuatnya yakin bahwa
semua ada waktunya . salju turun dengan derasnya di luar ,namun tak sedikitpun
menghentikkan aktivitas para penduduk jepang .
Hari
berlalu di bawah naungan salju .iklimah dan ali terselimuti kehangatn dalam
rumah . keduanya mengukir suatu kisah yang pahit dalam hari pertama
pernikahannya .namun hari esok takkan jadi sia-sia .
Menurut
berita perkiraan cuaca ,salju akan turun selama seminggu ke depan ini .jadi
,musim dingin masih akan dirasa sangat lama di jepang .
Hari
terus berganti dengan tak hilangnya rasa dingin pada tubuh iklimah .ali terus
bersabar menantikan kesembuhannya dan diapun terus menerus menumbuhkan rasa
yakin pada diri iklimah .hingga suatu saat ketika salju tengah terhenti dan
mataharipun terlihat terang dari sisi timur menerangi salju yang menumpuk di
atas dedaunan dan tanah yang sudah tak terlihat warnanya.
Ali
membangunkan iklimah dan memakaikannya pakaian hangat ,jilbab tebal berwarna
orange ,sarung tangan hitam dan mujah sepatu kulit yang biasa digunakan pada
musim dingin . ali mengajaknya berjalan-jalan keluar .
“aku
malu pada matahari .”ucap iklimah yang sedang berjalan dengan di gandeng oleh
ali .
“apa
yang membuatmu malu .”sahut ali yang terlihat bingung dan menatap iklimah ,yang
matanya terus memandangi sinar matahari .
“dia
saja bisa bersinar saat musim dingin ,kenapa aku tidak .?”jelas iklimah dengan
air mata yang mengalir di pipinya .ali hanya tersenyum mendengar ucapan iklimah
dan dia tak berkata apa-apa, langkah kakinya terus berjalan menyusun setiap
jalan yang terlapisi salju putih .
Semilir
angin yng dingin terus terasa memeluk tubuh iklimah .walaupun baju tebal telah
menyelimutinya .
Seketika
langkah ali terhenti di depan pohon bunga sakura yang terdapat kursi berlapis
kayu di depannya .
Ali
memetik satu buah bunga sakura yang berwarna merah muda itu . lalu langkah
kakinya berbalik menuju iklimah yang berduri terdiam melihat dan menanti ali
yang entah apa yang akan dilakukanya .
“tersenyumlah
seperti mentari itu .”ucap ali sambil memasngkan bunga sakura itu di sela
sebelah kanan jilbabnya . iklimahpun tersenyum betapa sangat berbangganya dia
bisa mendapatkan ali sebagai suaminya .
Tak
lama dari itu cahaya mentari pun hilang ,satu persatu butiran salju menetes .
“tidak
,aku takut ..”ujar iklimah dengan terkaget ,setitik salju menetes di atas
sarung tangannya ,ia langsung terjatuh dalam pelukan ali dengan tak sengaja dan
ali pun memeluknya dengan hangat .
“jangan
khawatir , jangan takut ….ada aku disini yang menyayangimu ,”ucap ali yang
mencoba meyakinkan iklimah untuk bisa bersinar diantara dinginnya salju .
“tapi
bagaimana …”ucap iklimah dengan ragu dan bingung terhadap apa yang dikatakan
ali .
“berbaliklah
,dan tatap salju itu ,dan katakana apa yang ingin kau katakana .”ali pun member
saran pada ikimah dan mencoba menggerakan hatinya .
Iklimah
pun berbalik ,matanya menatap salju yang satu persatu menetes .ia tatap dengan
fokus hingga ia memejamkan mata dan perlahan tangannya terlentang ke samping
dan tiba-tiba kedua tangan ali menyempurnakannya dari belakang.
Mata
iklimah terbuka dan berbalik ke belakang ,wajah iklimah pun bertabrakan dengan
wajah ali yang menatapnya dengan yakin .
“lakukanlah
apa kata hatimu “ucap ali dengan tersenyum pada iklimah .
Iklimahpun
kembali berbalik dan memejamkan matanya .
“dekap
aku wahai salju ,aku ingin bersinar layaknya mentari diantaramu .”bisik iklimah
dengan terdengar oleh ali .
Disamping
itu alipun berbisik dengan ucapannya sendiri …
“allahumma
sholli ‘ala sayyidina muhammadin thibbil qulbi wa dawaiha wa’afiatil abdani
wasyifaiha wanuril abshori wa dhiya iha wa’ala alihi wasohbihi wasallim
“ucapnya ali dengan penuhkeyakinan dan mata terpejam .
Saljupun
turun makin deras menyirami iklimah dan ali berdua ,iklimah merasakan kehangata
yang luar biasa saat ali membacakan shalawat syifa itu padanya .
Iklimah
pun membuka matanya dengan terkaget hingga ia langsung berbalik dan memeluk ali
.
Alipun
tersenyum dan merangkulnya dengan erat .
“aku
bisa menjadi mentari ,aku tak merasakan dingin sama sekali ,aku sembuh .”ujar
iklimah dengan amat bahagia .dirinya terloncat-loncat diatas derasnya salju
yang turun .wajahnya menatap langit dan bersyukur atas kehendaknya .
Sesekali
iklimah menghamburkan salju-salju itu ke hadapan ali seolah mengajaknya untuk
bermain dengan kebahagiaannya .
Iklimah
tertawa bahagia dan alipun merasakan dirinya memang benar-benar akan sembuh .dan
kini semuanya benar-benar terbukti ,iklimah dapat bernafas lega dan hidup
bahagia bersama ali , dengan sembuhnya iklimah mereka takkan kembali ke
Indonesia sebelum iklimah memenuhi tugasnya pada ali yang telah tertunda selama
beberapa hari .
“ingat
,tugasmu belum selesai .”ucap ali sambil tersenyum meledek .
“aku
adalah milikmu selamanya .”jawab iklimah yang terlihat amat bahagia.
Iklimahpun
kembali memeluk ali dan ali pun merangkulnya dengan erat .keduanya tersenyum
bahagia di bawah ribuan salju yang turun .
THE END
PENULIS
: MAR’ATUSH SHOLIHAH
NAMA
PENA : SUMMIT LABOR
KARYA
: KE-2
“SEMOGA BERMANFAAT”
·