Rabu, 27 April 2016

“DEKAP AKU WAHAI SALJU”

“Summit labor”
“DEKAP AKU WAHAI SALJU”
PROLOG
                Senja tak berawan terukir dengan indah ketika iklimah terduduk berjauhan di halaman rumah bersama rey sang laki –laki yang mendambakannya saat ini iklimah hanya duduk tertunduk dan diam menahan rasa , rey pun menatap rasa pada gadis yang ia dambakan terdiam sepi di depannya . tak sedikitpun iklimah melirik pada sosok rey dan melemparkan senyuman padanya .
“Rasaku ada pada cincin emas ini !” tangan reypun terulur kehadapan wajah iklimah yang hamper saja mengenai jilbab biru yang dikenakannya .
“Tangan dekatkan itu padaku .” jawab iklimah dengan mengangkat tangan dan menjauhkan kotak cincin yang diarahkan di depannya .
“Apa yang menjadi penghalang dalam pikiranmu ?” ujar rey dengan merasa aneh melihat tingkah iklimah akhir-akhir ini .
“Berikan itu padaku ketika ada waliku di sampingku.” Jawab singkatnya iklimah dengan mengangkat wajahnya yang membawa senyuman ke arah rey yang berada di depannya . rey pun balas tersenyum dan denga cepat ia tutup kotak cincin itu . keberadaan rey tak hanya terdiam dirinya beranjak pergi dari halaman rumah iklimah, menjauh darinya menaikki motor ninja merah miliknya .
Seketika rey pergi ,iklimah terduduk sendiri  di kursi tamu berlapiskan kayu tebal berwarna coklat ,dirinya terdiam ,dan sekejap air matanya dengan deras mengalir .
.               Kedua tangannya menopang dagu dengan sesekalim ia mengusap pipi yang berlumuran air matanya . dirinya hanya terisak tak berdaya ,tak mengerti apa yang terjadi ,tak mengerti apa yang dirasa saat ini ,dan begitu terasa menyakitkan rasanya ketika dirinya di ulurkan sebuah cincin emas dari sosok yang slalu setia bersamanya ,dan kini berniat mengakhirinya de3ngan khitbah .
“Tak kurasa bahagia saat bersamammu .tak sedikitpun ku mampu tersenyum dengan hatiku di hadapanmu .begitu tersiksa ketika ku tak menyayangimu ,namun ku mencoba tuk menyayangimu ,untuk menghargai perasaanmu yang amat besar terhadapku ,aku tak ingin membuat hatimu terluka ,namun hatiku kurelakan terluka .”Ucap iklimah yang masih terisak sendiri dengan perasaan yang amat membuatnya merasakan kepahitan dalam kisah cinta yang tak pernah ia inginkan sebelumnya . 
karya : MAR’ATUSH SHOLIHAH

Selanjutnya 2 3 4 5 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pendaftaran Online Santri Baru TP. 2020/2021

Assalamu'alaikum bpk/ibu calon santri Baru ponpes madarijul ulum Bandar Lampung. Berdasarkan hasil rapat pengurus ponpes madarijul ul...