“Summit labor”
“DEKAP AKU WAHAI SALJU”
PROLOG
Senja tak berawan terukir dengan
indah ketika iklimah terduduk berjauhan di halaman rumah bersama rey sang laki
–laki yang mendambakannya saat ini iklimah hanya duduk tertunduk dan diam
menahan rasa , rey pun menatap rasa pada gadis yang ia dambakan terdiam sepi di
depannya . tak sedikitpun iklimah melirik pada sosok rey dan melemparkan
senyuman padanya .
“Rasaku ada pada
cincin emas ini !” tangan reypun terulur kehadapan wajah iklimah yang hamper
saja mengenai jilbab biru yang dikenakannya .
“Tangan dekatkan
itu padaku .” jawab iklimah dengan mengangkat tangan dan menjauhkan kotak
cincin yang diarahkan di depannya .
“Apa yang
menjadi penghalang dalam pikiranmu ?” ujar rey dengan merasa aneh melihat
tingkah iklimah akhir-akhir ini .
“Berikan itu
padaku ketika ada waliku di sampingku.” Jawab singkatnya iklimah dengan
mengangkat wajahnya yang membawa senyuman ke arah rey yang berada di depannya .
rey pun balas tersenyum dan denga cepat ia tutup kotak cincin itu . keberadaan
rey tak hanya terdiam dirinya beranjak pergi dari halaman rumah iklimah,
menjauh darinya menaikki motor ninja merah miliknya .
Seketika rey
pergi ,iklimah terduduk sendiri di kursi
tamu berlapiskan kayu tebal berwarna coklat ,dirinya terdiam ,dan sekejap air
matanya dengan deras mengalir .
. Kedua
tangannya menopang dagu dengan sesekalim ia mengusap pipi yang berlumuran air
matanya . dirinya hanya terisak tak berdaya ,tak mengerti apa yang terjadi ,tak
mengerti apa yang dirasa saat ini ,dan begitu terasa menyakitkan rasanya ketika
dirinya di ulurkan sebuah cincin emas dari sosok yang slalu setia bersamanya
,dan kini berniat mengakhirinya de3ngan khitbah .
“Tak kurasa
bahagia saat bersamammu .tak sedikitpun ku mampu tersenyum dengan hatiku di
hadapanmu .begitu tersiksa ketika ku tak menyayangimu ,namun ku mencoba tuk
menyayangimu ,untuk menghargai perasaanmu yang amat besar terhadapku ,aku tak
ingin membuat hatimu terluka ,namun hatiku kurelakan terluka .”Ucap iklimah
yang masih terisak sendiri dengan perasaan yang amat membuatnya merasakan kepahitan
dalam kisah cinta yang tak pernah ia inginkan sebelumnya . karya : MAR’ATUSH SHOLIHAH
Selanjutnya 2 3 4 5 1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar